Stretch Mark Pada Perempuan dengan Obesitas dan Ibu hamil.

Munculnya stretch mark, ditengarai dipicu oleh terjadinya peregangan permukaan kulit akibat bertambahnya berat badan yang radikal dalam waktu singkat. Hal ini banyak terjadi pada perempuan dengan obesitas, juga yang tengah hamil.

Oleh karena itu, area-area seperti betis, perut, paha, bokong, dan lengan atas, yang biasa terjadi pemekaran ketika terjadi kenaikan berat badan, menjadi sangat akrab dihinggapi.

Proses terbentuknya gurat putih ini sebetulnya diawali dengan adanya timbunan lemak di bawah kulit. Seperti diketahui, sebagian besar tubuh perempuan dibentuk oleh lemak yang terkonsentrasi pada bagian-bagian tertentu. Nah, ketika berat badan bertambah drastis, lapisan dermis yang berada di atas lapisan lemak jadi teregang secara radikal.

Akibat terlalu dipaksakan melar, lapisan kulit yang mengandung banyak pembuluh darah dan sel kulit muda ini lalu menjadi pecah. Sehingga, akan memunculkan gurat-gurat berwarna keunguan yang diiringi rasa gatal. Warna ungu ini muncul sebagai akibat dari adanya aktivitas pigmen kulit melalui melanosit yang disebabkan robekan pada bagian dermis kulit.


Sayangnya, stretch mark sulit untuk dihilangkan jika sudah terbentuk. Jadi, jika Anda khawatir mendapati stretch mark di kulit, sebaiknya menjaga berat badan dan nutrisi kulit. Atau, untuk sedikit menyamarkannya, bisa dengan mengoleskan krim atau salep yang mengandung turunan asam vitamin secara rutin, yang bisa menjaga elastisitas ditambah dengan Khasiat dari GLUTERA COLLAGEN yang sudah terbukti ampuh dengan kandungan Vit C & E, Royal Jelly, Matcha Green Tea, Acaiberry, Red Beet untuk mendapatkan hasil maksimal dalam menghilangkannya.