Kanker dan Cara Mengobatinya.

Penyakit Kanker adalah sel jaringan tubuh yang tumbuh tidak normal dan terus membelah diri dengan cepat dan tidak terkendali. Ia membutuhkan proses unutk menggerogoti tubuh seseorang.

Muncul banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, penyakit ini biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.



3 cara yang umum dilakukan untuk mengobati adalah: operasi, kemoterapi dan terapi radiasi.

Tumor dapat dibuang secara langsung melalui operasi. Ini biasanya dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk mengurangi jumlah sel penyebab penyakit pada tubuh.

Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk menghancurkan atau membatasi pertumbuhan sel-sel kanker. Seringkali disebut sebagai “kemo”, ia juga digunakan untuk membersihkan sel-sel yang masih tersisa pada tubuh pasien setelah menjalani operasi atau terapi radiasi. Bila kemoterapi tidak dilakukan, sel-sel yang telah menyebar ke bagian lain dalam tubuh dapat terus berkembang dalam tubuh pasien. Hal ini akan menyebabkan penyakit kambuh kembali pada bagian tubuh yang berbeda dan seringkali muncul sebagai stadium lanjut.

Kemoterapi juga cukup merugikan karena banyak efek samping yang mungkin terjadi, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Ini meliputi hilangnya nafsu makan, mual, timbulnya luka, kelelahan, rambut rontok, diare dan kerusakan saraf.

Terapi radiasi adalah penggunaan radiasi untuk membunuh sel-sel kanker pada area kecil yang ditargetkan. Terapi ini juga dapat digunakan untuk memperkecil tumor sehingga kemudian dapat dibuang melalui operasi.


Pilihan pengobatan yang ideal serta mengkonsumsi GLUTATHIONE yang dapat menetralisir zat-zat racun yang masuk kedalam tubuh, seperti dari makanan, sisa metabolisme obat, dll. Digunakan oleh hati untuk membuang racun, termasuk formalin, acetaminophen, benzpyrene dan berbagai senyawa lainnya serta memainkan peranan kunci dalam reaksi detoksifikasi.